Tuesday, November 13, 2012

"TAPIAN RAYA BAGASNAGODANG/MSAD"

#SELAMAT MANYOGOT PARA KAWAN#
( Melihat seluk beluk Tapian Raya Bagasnagodang/MSAD sebagai
tempat bermain anak-anak, maridi dan mengambil air wudhu) ________________________________________________________

Para kawan...! Blog Galeri MSAD
pada di kunjungan para kawan yang
sudah mendekati angka 2000 ini,
penulis ingin menyajikan pendapat
pribadi dan sekilas uraian mengenai
Tapian Raya Bagasnagodang.

Hal ini terasa penting, mengingat
besarnya jasa tapian tersebut untuk
masyarakat sekitarnya dan masyarakat
para pemakai motor/mobil yang
melintas dari jalan  raya
tersebut. Berikut uraiannya :
_______________________________________________

Sekilas mengenai Tapian Raya Bagasnagodang
_______________________________________________

Para dongan...! Saya tidak tahu tahun berapa tapian tersebut
dibangun, namun saya memperkirakan tidak jauh dari masa
didirikannya MSAD 1932-an. Hal ini saya pikir beralasan
mengingat adanya Gapura dari tapian tersebut yang model
bangunannya/ketebalan temboknya tidak jauh beda dari
tembok MSAD. Begitupun, jika suatu saat ditemukan data
akan disajikan.

Terlepas dari tahun dibangunnya, tapian ini bagi saya
sungguh punya peran besar bagi masyarakat Bagasnagodang
dan sekitarnya pada masa lampau (sebelum masojid pangura
baan, bagaslombang dan hutasuhut ada) sebagai tapian
umum dan bukan tidak mungkin ini pula yang menjadi
alasan mengapa tapian ini disebut "Tapian Raya".

Hal lainnya, bagi mereka yang melintas naik motor/
mobil lewat jalan raya/merdeka ini sering juga digunakan
sebagai tempat beristirahat sekaligus sebagai tempat
untuk sholat di MSAD. Bahkan tak jarang digunakan para
penumpang motor sebagai tempat marpoken/poken aek bagi
mereka yang melintas potang pada masa lalu.
_______________________________________________

Sarana dan prasarana Tapian Raya Bagasnagodang
_______________________________________________

Khairul Adi Putra Siregar
memberitahu pada Haidir Siregar
bahwa jumlah patcurnya ada 14.
Begitupun, beliau tidaklah
memastikannya meskipun Zmstp
Mulia Sitompul mengkehendakinya :

"Etong bojolo iru saga piga ulang
leng di roha ni halai.."
tanyanya para kawan. Dan si Adi menjawab :

Anggo di paboa annon na ro be halai tu patcur on maridi,,,
mksud haran ni baen aso ro do hali menikmati keindahan ni
sipirok on...

Adapun, jumlah Wcnya tidak ada yang menghitung sampai saat
tulisan ini dituliskan. Dugaan penulis ini disebabkan
adanya pemikiran dari para kawan yang tinggal di huta,
"Hurangan karejo au lakna, got dohot WC etongonku"
Hahahahaha...begitu mungkin. Mungkin doba.

Oya kawan...! di Tahun 2008, saya terakhir dari tapian
raya ini, airnya masih seperti yang dulu, banyak dan
marzebur jebur.

Begitupun, jika ada istilah "Sekeras-keras batu kena tetesan
air hujan lama kelamaan berlobang juga" maka untuk patcur
tapian raya juga berlaku, "Beberap patcur telah terkikis
air hingga bertambah pendek.
____________________________________________

Aek Tapian Raya sebagai air mandi dan air wudhu
____________________________________________

Para kahanggi...! Seperti kita ketahui bahwa tapian
raya itu tujuan utamanya adalah sebagai tempat maridi
para halak bagasnagodang dan sekitarnya.

Begitupun, untuk sebagian orang kadang air ini digunakan
juga sebagai tempat air wudhu, meskipin telah ada tempat-
nya yang lebih spesial di dekat/samping MSAD.

Sebagai tempat air wudhu yang terkadang didalamnya kita
temukan sabun, atau rumput-rumput yang hanyut dari saba
julu, "Apakah sah sebagai air wudhu" adalah hal yang
mau saya uraikan.

Hal ini terasa penting mengingat adanya syarat sholat yang
memang mengharuskan untuk menggunakan air wudhu yang bersih.

* Hukum Asal Air

Bagaimana Hukum Asal Air ? Jawab : Air hukum asalnya adalah
suci dan bisa digunakan untuk bersuci (berwudhu’, mandi,
menghilangkan najis).

Sesungguhnya air adalah suci (dan mensucikan), tidaklah
ternajiskan dengan suatu apapun (H.R Abu Dawud, atTirmidzi,
anNasaa-i)

Jika anda menemukan sejumlah air dan tidak bisa dipastikan
apakah suci atau tidak, maka secara asal ia adalah suci dan
mensucikan, sampai ada hal yang meyakinkan yang diketahui
dengan jelas bahwa air tersebut sudah tidak suci lagi.

Para kawan...! Uraian Hukum asal air ini adalah penyataan
Ustadz Kharisman dalam tulisan yang berjudul "Penggunaan
air dan tinjauan hukum syariat.

* Ada Dua Macam Air yaitu Air Muthlaq dan air najis

Mengenai Air Muthlaq, pada situs "Muslim.or.id" dikatakan :

Air muthlaq ini biasa disebut pula air thohur (suci dan mensucikan).
Maksudnya, air muthlaq adalah air yang tetap seperti kondisi asalnya.
Air ini adalah setiap air yang keluar dari dalam bumi maupun turun
dari langit. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, :

“Dan Kami turunkan dari langit air yang suci.” (QS. Al Furqon: 48)

Yang juga termasuk air muthlaq adalah air sungai, air salju,
embun, dan air sumur kecuali jika air-air tersebut berubah karena
begitu lama dibiarkan atau karena bercampur dengan benda yang suci
sehingga air tersebut tidak disebut lagi air muthlaq.
Begitu pula yang termasuk air muthlaq adalah air laut.
Nabi shallallahu ‘alai

Bagaimana jika air muthlaq tercampur benda lain yang suci?
Di sini ada dua rincian, yaitu:
1. Jika air tersebut tercampur dengan benda suci dan jumlahnya
sedikit, sehingga air tersebut tidak berubah apa-apa dan masih
tetap disebut air (air muthlaq), maka ia boleh digunakan untuk
berwudhu. Misalnya, air dalam bak yang berukuran 300 liter
kemasukan sabun yang hanya seukuran 2 mm, maka tentu saja air
tersebut tidak berubah dan boleh digunakan untuk berwudhu.

2. Jika air tersebut tercampur dengan benda suci sehingga air
tersebut tidak lagi disebut air (air muthlaq), namun ada
“embel-embel” (seperti jika tercampur sabun, disebut air
 sabun atau tercampur teh, disebut air teh), maka air
seperti ini tidak disebut dengan air muthlaq sehingga tidak
 boleh digunakan untuk bersuci (berwudhu atau mandi).
Kedua: Air Najis.

Para kawan...!

Jika  uraian diatas di hubungkan dengan bak air tapian raya
yang kemasukan sabun, ternyata sah digunakan sebagai air
wudhu.
________________________________________________

Kenangan penulis pada Tapian Raya Bagasnagodang
________________________________________________

Hahaha...seingat saya pada masa anak-anak pernah 5 - 10
kali mandi di bak ini. Dan selalu kena marah. Suatu saat
untuk mencegah hal ini maka pihak pengawas tapian  raya
pun mengambil inisiatif dengan memasukkan kawat ke bak
tersebut. Hasilnya teryata bagus dan  ini alasannya mengapa
dulu anak-anak tidak mau mandi di bak tersebut.

Hal lainnya, di taon  80'an, paling enak nongkrong di
depan tapian raya ini. Apalgi pas waktu sore. Kita bisa
bercanda dengan para murid wanita SPG (sikola potang di
SD 3).

Buku-buku bawaan para murid ini kadang kita pinjam, begitu
pun tasnya untuk kemudian kita pancing agar mengejar kita.
Dan pada saat dikejar, maka kitapun masuk ke tapian raya
tersebut. Hahahahaha...mana berani para ito ini masuk ke
tapian raya tersebut. Dan akibatnya beliapun menunggu dan
tak jarang jadi terlambat masuk sikola. Alagleh...!

Bak tapian raya ini, seingat saya pernah di bulak. Dan
sungguh diluar dugaan hasilnya, ternyata ikan mas juga ada
di dalam nya begitupun tikkalang. Entah siapa yang
paluahon tak tau awa. Namun ini salah satu alasan mengapa
ketika bak ini dikeringkan pada masa lalu jadi bahan
tongkrongan halak bagas nagodang. Hehehehe...mereka juga
ingin dapat bagian rupanya.

Lainnya, namanya para penjantan kadang "marsalin maridi"
bukanlah suatu yang penting, "Salang-salang songoni, na
jattan do sude naro tuson" bigitu mungkin sebagian dari
isi pikirannya pada saat mandi.

Tapi hal seperti ini tidaklah selalu disukai orang, hingga
cukup sering juga halak lagi maridi, di onjapkon dongan
pakeani, hingga na bisa mulak-mulak. Hahahaha...halak kita
halak kita...regar...regar. Boasa songoni...?
__________________________________________________

Kesimpulan dan Saran dari Galeri MSAD tentang Kebersihan
Tapian Raya Bagasnagodang
__________________________________________________

Berdasarkan uraian  diatas, maka jelaslah sudah, bahwa
Tapian Raya Bagasnagodang punya peran besar dalam membantu
macam aktivitas kemasyarakatan dan keagamaan. Demikian
yang dapat saya simplkan, dan untuk tetap menjaga peran
tersebut tentunya kita semua boleh memberikan saran.

Dan saran penulis akan disampaikan lewat status FB yang
pernah diturunkan Khairul Adi Putra sbb:

1. Tentang kebersihan  bak mandi

Adi Putra Siregar dalam statusnya mengenai patcur paridian
Tapian Raya mengatakan :

"Ooo, ido na bisa harana akkon adong ma disi satpam... Muda
lungun daganak na jogal ma mar ridi tu bak, tai na ari ari
on na katua dsi roha ni halai disi ma halai mangamburi"
Katanya.

Terhadap hal ini, saya sebagai penulis di Galeri MSAD ingin
memberikan pendapat :

* Memanglah sebagian anak-anak dilingkungan MSAD suka masuk
ke "Bak besar" dari tapian raya ini. Dan para orang dewasa
pun orang tua atau oppu -oppu sudah cukup sering memarahinya,
tapi sering pula terulang.

* Asumsi saya ataupun dugaan saya, para orang dewasa terkadang
kurang bisa memberikan pengarahan/alasan yang jelas/masuk di
akal anak-anak, mengapa tidak boleh mandi di bak tersebut.
Mereka cenderung langsung memarahi dan kadang memukul tanpa
memberikan alasan yang jelas.

Karena itu, saya menyarankan agar dalam para orang tua memberikan
alasannya mengapa tidak boleh mandi di bak tersebut. Mohon
diberitahu dengan jelas :
- Air bak MSAD itu bukan saja digunakan untuk mandi saja, tapi
sebagian menggunakannya untuk mengambil a ir wudhu. Dan air
wudhu itu harus bersih agar sholat kita diterima Allah Swt.

* Dengan penjelasan tersebut, saya yakin anak-anak akan
lebih mengerti. Apalagi anak-anak dijaman sekarang ini, yang
memang sudah sama kita akui lebih maju cara berpikirnya.

2. Tentang Sampah Kotak Sikat gigi/odol atau shampo

Tentunya kita semua sepakat, agar kebersihan tapian raya
tetap terjaga. Tapi kadang  kita lupa pada kata sepakat
hingga kita sering terlihat seperti sepakat untuk sama-
sama mengotorinya. Membuang bersama bekas shampo/odol
sikat gigi, dll tidak pada tempatnya.  Hahahaha...
semoga kedepan lebih terjaga.

Jika perlu tentu tak ada salahnya dibuatkan  Bak sampah
yang lebih besar dengan tulisan, "Apapun yang dianggap
sampah tuson abbukkon". atau tulis di baki, "Tempat
penerapan poda na-5 dison".

Bila porlu tulis, "Tempat ni roppak dison...! Ise naso
mangambukkon roppak tuson berarti roppak halak nai"
ninna baen. Pola he biai...! Paling porang...!

Selamat pagi anggia...selamat beraktivitas...!
____________________________________________________
Cat :
*Penulis juga membuat pantun sekitar "Patcur Paridian". Jika ingin
melihat pantunya linknya adalah "Maridi majo da...ate...!"
*Image gambar album Khairul Adi Putra Srg
http://www.airkita.com/penggunaan-air-dan-tinjauan-hukum-syariat/
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/air-yang-digunakan-untuk-berwudhu.html

No comments:

Post a Comment