Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah : 18)

Kamis, 04 Juli 2013

Sejarah Puasa Ramadhan dalam hubungannya dengan surah Al-Baqoroh 183

#SELAMAT MALAM PARA KAUM MUSLIMIN MUSLIMAT#
(Menyimak sejarah puasa sebelum adanya puasa Ramdhan dan
memahami tahapan sampai ditetapkannya puasa Ramadhan 1 Bulan)
________________________________________________________









Assalamu alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!

Seperti kita ketahui Rukun Islam terdiri daripada lima perkara:

Mengucap dua kalimat syahadat
Menunaikan salat lima kali sehari semalam
Mengeluarkan zakat.
Berpuasa pada bulan Ramadan.
Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu

Jadi jelas "Puasa Ramadhan itu adalah salah satu Rukun Islam".

Hal lainnya, Allah Swt berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar
kalian bertaqwa" (QS. Al-Baqoroh: 183).









Mengacu pada surah Albaqoroh tersebut, timbul pertanyaan bagi
penulis :

1. Apakah ada puasa yang diwajibkan sebelum ada puasa ramadhan
dan siapa yang dimaksud orang-orang dalam surah albaqoroh
tersebut...?

2. Apakah ada puasa ummat Islam sebelum ada puasa ramadhan ?

3. Bagaimana sebenarnya sejarah puasa ramadhan itu, apakah
langsung ditetapkan 30 hari atau 1 bulan atau ada tahapan
tertentunya...?

Adalah hal yang pokok harus dijawab lewat tulisan ini. Dan
jawaban bukan langsung dari penulis blog galeri msad tapi dari
macam situs Islam lainnya yang mengulasnya.

Selamat menyimak...!

______________________________________________________

Puasa Wajib bagi ummat (Bukan ummat muslim) sebelum ditetapkan
puasa bulan Ramadhan
______________________________________________________

Pada situs http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option= com_
content&task=view&id=1023

Puasa merupakan amal ibadah klasik yang telah diwajibkan atas
setiap umat-umat terdahulu (Bukan ummat Islam).

Ada empat bentuk puasa yang telah dilakukan oleh umat terdahulu,
(Yang bukan ummat Islam) yaitu:

Puasanya orang-orang sufi, yakni praktek puasa setiap hari dengan
maksud menambah pahala. Misalnya puasanya para pendeta

Puasa bicara, yakni praktek puasa kaum Yahudi. Sebagaimana yang
telah dikisahkan Allah dalam Al-Qur'an, surat Maryam ayat 26 :
"Jika kamu (Maryam) melihat seorang manusia, maka katakanlah,
sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk tuhan yang Maha
Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun
pada hari ini" (Q.S. Maryam :26).

Puasa dari seluruh atau sebagian perbuatan (bertapa), seperti puasa
yang dilakukan oleh pemeluk agama Budha dan sebagian Yahudi. Dan
puasa-puasa kaum-kaum lainnya yang mempunyai cara dan kriteria yang
telah ditentukan oleh masing-masing kaum tersebut.
__________________________________________________________

Puasa wajib bagi ummat Islam sebelum puasa wajib Ramdhan
__________________________________________________________

Masi h dalam situs http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_
content&task=view&id=1023
dikatakan :

adakah puasa yang diwajibkan atas umat Islam sebelum Ramadhan?

Jumhur ulama dan sebagian pengikut Imam Syafi'i berpendapat bahwa
tidak ada puasa yang pernah diwajibkan atas umat Islam sebelum
bulan Ramadhan. Pendapat ini dilandaskan pada hadis Nabi saw.
yang diriwayatkan oleh Mu'awiyah :

"Hari ini adalah hari Asyura', dan Allah tidak mewajibkannya atas kalian.
Siapa yang mau silahkan berpuasa, yang tidak juga boleh meninggalkannya."

Sedangkan madzhab Hanafi mempunyai pendapat lain: bahwa puasa yang
diwajibkan pertamakali atas umat Islam adalah puasa Asyura'. Setelah
datang Ramadhan Asyura' dirombak (mansukh). Madzhab ini mengambil dalil
hadisnya Ibn Umar dan Aisyah ra.: diriwayatkan dari Ibn 'Amr ra.
bahwa Nabi saw. telah berpuasa hari Asyura' dan memerintahkannya
(kepada umatnya) untuk berpuasa pada hari itu. Dan ketika datang
Ramadhan maka lantas puasa Asyura' beliau tinggalkan, Abdullah
(Ibnu 'Amr) juga tidak berpuasa". (H.R. Bukhari).

"Diriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa orang-orang Quraisy biasa melakukan
puasa Asyura' pada masa jahiliyah. Kemudian Rasulullah memerintahkan
untuk berpuasa hari Asyura' sampai diwajibkannya puasa Ramadhan.
Dan Rasul berkata, barang siapa ingin berpuasa Asyura' silahkan berpuasa,
jika tidak juga tak apa-apa". (H.R. Bukhari dan Muslim).

Pada masa-masa sebelumnya, Rasulullah biasa melakukan puasa Asyura'
sejak sebelum hijrah dan terus berlanjut sampai usai hijrah.
Ketika hijrah ke Madinah beliau mendapati orang-orang Yahudi sedang
berpuasa (Asyura'), beliau pun ikut berpuasa seperti mereka dan
manyerukan ke ummatnya untuk melakukan puasa itu.

Hal ini sesuai dengan wahyu secara mutawattir (berkesinambungan) dan
ijtihad yang tidak hanya berdasar hadis Ahaad (hadis yang diriwayatkan
oleh tidak lebih dari satu orang). ”Ibn Abbas ra. meriwayatkan: ketika
Nabi saw. sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi sedang
melakukan puasa Asyura', lalu beliau bertanya: (puasa) apa ini? Mereka
menjawab: ini adalah hari Nabi Saleh as., hari di mana Allah swt.
memenangkan Bani Israel atas musuh-musuhnya, maka lantas Musa as.
melakukan puasa pada hari itu. Lalu Nabi saw. berkata:

aku lebih berhak atas Musa dari kalian. Lantas beliau melaksanakan puasa
tersebut dan memerintahkan (kepada sahabat-sahabatnya) berpuasa.
(HR. Bukhari).
________________________________________

Sejarah 1 bulan penuh puasa Ramadhan
_______________________________________

Pada situs http://www.hadistislam.com/2013/04/ulasan-sejarah-puasa-ramadhan.html
dikatakan :

Adapun kewajiban puasa Ramadhan bagi ummat Nabi Muhammad shollallohu
'alaihi wasallam maka datang melalui 2 fase:

Pertama: Takhyiir (diberi pilihan)

Puasa Ramadhan saat pertama kali diwajibkan, seorang muslim yang mampu
berpuasa diberi 2 pilihan, berpuasa atau memberi makan satu orang miskin,
akan tetapi puasa lebih diutamakan dan dianjurkan.

Berdasarkan firman Alloh ta'aalaa. Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian
bertakwa. Yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa
diantara kalian ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka),
Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu
pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat
menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah,
(yaitu): memberi makan seorang miskin.

Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka
itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika
kalian mengetahui. (QS.Al-Baqoroh: 183-184).

Salamah bin Akwa’ berkata;

"Dahulu kami ketika di bulan Ramadhan pada zaman Rasulullah shallallahu
'alaihiwasallam, barangsiapa yang ingin berpuasa maka boleh berpuasa,
dan barangsiapa yang ingin berbuka maka dia memberi makan seorang miskin,
hingga turun ayat Alloh (yang artinya);

Barangsiapa yang mendapati bulan (ramadhan) maka dia wajib berpuasa".
(HR.Bukhari: 4507, Muslim: 1145)

Kedua: Ilzaam (pengharusan)
Dalam fase ini maka seorang muslim yang terpenuhi syarat wajib puasa
harus berpuasa dan tidak ada pilihan lain. Allah ta'aalaa berfirman:

Artinya: "Barangsiapa yang mendapati bulan (ramadhan) maka dia wajib
berpuasa"

Pada awalnya orang yang tidur sebelum makan (berbuka puasa) atau sudah
menunaikan shalat isya maka dia tidak boleh makan, minum, dan berjima'
hingga hari berikutnya. Kemudian Allah ta'alaa memberikan keringanan
dan membolehkan makan, minum, dan mendatangi istri pada malam hari
penuh di bulan Ramadhan.

Allah ta'aalaa berfirman:

Artinya: " Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa
bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka itu adalah pakaian
bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. Allah
mengetahui bahwasanya kalian mengkhianati diri kalian sendiri
(yaitu tidak dapat menahan nafsu kalian), karena itu Allah
mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian.

Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah
ditetapkan Allah untuk kalian, dan makan minumlah hingga terang
bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian
sempurnakanlah puasa itu sampai malam" (QS.Al-Baqoroh: 187)
Demikianlah puasa diwajibkan terakhir kali dan tetap demikian
hingga hari kiamat. (Lihat keterangan Ibnul Qoyyim dalam
Zaadul Ma'aad 2/30)
________

Perintah berpuasa Ramadhan bagi umat Nabi Muhammad SAW mulai turun
pada 10 Sya’ban, satu setengah tahun setelah umat Islam hijrah ke
Madinah. “Ketika itu,Nabi Muhammad baru saja diperintahkan untuk
mengalihkan arah kiblat dari Baitulmakdis (Yerusalem) ke Ka’bah
di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi,” tulis Ensiklopedi Islam.

Tulis situs http://duniabaca.com/sejarah-puasa-dalam-peradaban-islam.html
selanjutnya dikatakan :

Puasa Ramadhan dimulai ketika melihat atau menyaksikan bulan pada
awal bulan tersebut. Apabila langit dalam keadaan berawan yang
mengakibatkan bulan tak dapat dilihat dan disaksikan, bulan Sya’ban
disempurnakan menjadi 30 hari. Kewajiban puasa sebulan penuh pada
Ramadhan baru dimulai pada tahun kedua Hijriah.

Menurut riwayat lain, sebelum turunnya perintah puasa Ramadhan,
Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya serta kaum Muslimin melaksanakan
puasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Qomariyah.

Selain itu, mereka juga biasa berpuasa tanggal 10 Muharam, sampai
datang perintah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Sedangkan

Puasa Ramadhan diwajibkan pada bulan Sya'ban tahun kedua hijriyah,
maka lantas, sebagaimana madzhab Abi Hanifah, kewajiban puasa Asyura
terombak (mansukh). Sedang menurut madzhab lainnya, kewajiban puasa
Ramadhan itu hanya merombak kesunatan puasa Asyura'.

Kewajiban puasa Ramadhan berlandaskan Al-qur'an, Sunnah, dan Ijma.
"Diriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar, bahwasanya dia mendengar
Rasulullah saw bersabda :

Islam berdiri atas lima pilar: kesaksian tiada Tuhan selain Allah
dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, mengeluarkan
zakat, haji ke Baitullah (Makkah) dan berpuasa di bulan Ramadhan."









Kata 'al-haj' (haji) didahulukan sebelum kata 'al-shaum' (puasa),
itu menunjukkan pelaksanakaan haji lebih banyak menuntut pengorbanan
waktu dan harta. Sedang dalam riwayat lain, kata 'al-shaum'
didahulukan, karena kewajiban puasa lebih merata (bisa dilaksanakan
oleh mayoritas umat Islam) dari pada haji.

Kewajiban puasa Ramadhan sangat terang. Barang siapa yang mengingkari
atau mengabaikan keberadaannya dia termasuk orang kafir, kecuali
mereka yang hidup pada zaman Islam masih baru atau orang yang hidup
jauh dari ulama.
______________________

Penutup (Kesimpulan)
______________________

1. Jelas bahwa puasa telah ada sebelum ada agama Islam
2. Rukun Islam itu  bukanlah rukun yang ditetapkan berdasarkan
   kesepakatan para ulama / ijma tapi sabda Nabi Besar Muhammad Saw.
3. Ada dua pendapat mengenai puasanya ummat islam sebelum ada
    puasa ramadhan. Mazhab Syafii'i berpendapat tidak ada berdasarkan
    dalilnya dan mazhab hambali berpendapat ada ber dasarkan dalilnya
4. Sebelum ditetapkan puasa Ramdhan ada 2 fase atau tahap yang dilalui
    yaitu adanya pilihan untuk melakuan puasa atau memberi makan
   satu orang  miskin dengan mengutamakan melakukan puasa. Dan fase
   ke-dua ditetapkannya seorang muslim untuk wajib melakukan puasa
   setelah memenuhi syaratnya.

Demikian info atau  pengetahuan keislaman yang dapat disajikan
lewat blog galeri msad ini.









Wassalamu'alaikumwarahmatullahi wabarakatuh...!

Puasa...puasa...sebulan ....

________________________________________________________
Cat :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar