Thursday, November 15, 2012

"MANAKAR DAHANON"

#SELAMAT SIANG DI HARI JUM'AT"
(Melihat makna yang terkandung dalam ucapan
"Subahanalloh dan  Alhamdulillah" pada saat manakar dahanon ____________________________________________________
 
Assalamu'alaikumwarahmaullahiwabarakatuh...!
_______________

Pengantar Asok
_______________

"Ho majo mardahan amang, songon naloja
hurasa sadarion...!" kata ibu saya pada
penulis pada masa yang telah berlalu.
Maka sebagai anak, sayapun menurut sambil menyiapkan segala
macam peralatan yang berhubungan dengan mardahan tersebut.

Ketikatiba pada saat manakar (mengukur banyak beras yang mau
di tanak) maka sayapun bertanya pada ibu saya, "Piga takar
de dibaen uma..." dan ibu saya menjawab "5 takar".

setelah mengetahui 5 takar maka sayapun mulai maretong,
1,2,3,4,5 sambil menuangkkanya ke panci pardahanan.

Mengetahui hal ini tiba-tiba ibu saya berceletuk, "Nanggo
songoni da mang carana, sebelum manakar marbismillah jolo,
setelahi, pada saat manakar sangape mambuat dahanoni dokkonma
Subahanalloh. Pada saat, manuangkonna tupanci/hudoni dokkon
musema Alhamdulillah" ning uma attong dalam nasehatnya.

Para kawan ataupun iboto...!

Waktu telah berllalu, mengapa harus mengucapkan Subhanalloh
dan Alhamdullah pada saat manakar dahanon tidaklah saya
tanyakan pada masa itu pada ibu saya. Karena itu tentu tak
ada salanya lewat tulisan ini saya/kita mencarijawabannya
dengan fokus pertanyaan :

"Mengapa harus mengucapkan Subhanalloh dan Alhamdulillah pada
saat manakar dahanon...? Berikut uraiannya dalam bentuk
pendapat pribadi.
_______________________________________________

Sekilas tentang Arti dahanon, takar dan manakar
_______________________________________________

Secara umum tentunya kita sepakat dahanon itu dalam terjemahan
Bahasa Indonesianya sama dengan "Beras". Sedangkan "Manakar"
sama pula dengan mengukur isi/banyaknya beras yang di takar.

Adapun "takar" alat ukur isi beras yang dipakai masyarakat
Tapanuli untuk mengetahui seberapa banyak jumlah beras yang
harus di masak.

Alat ini bisa jadi pada awalnya adalah "Takar" yang merupakan
katalain dari tempurung atau batok kelapa.

Karena hidup terus berkembang dan berubah,sementara tempurung
ini makin susah di dapat maka istilah "Takar" ini beralih ke
"Bekas kaleng susu". Jadi, takar dalam tulisan ini sama
dengan kaleng susu (lihat image).
____________________________________

Arti dan makna ucapan "Subhanalloh"
____________________________________

Pada http://harisdianto.wordpress.com/2011/09/15/subhanallah-
sesuatu  dikatakan :

Seorang bertanya kepada Umar bin Khatab, "Apa tafsir kalimat
subhanallah?" Umar mengatakan, "Di kebun ini terdapat seorang
lelaki yang jika kamu bertanya, niscaya akan dijawabnya; dan
ketika kamu diam, dia akan mulai berbicara."

Orang itu pergi ke kebun dan menjumpai Imam Ali sedang sibuk
berkerja. Dia lalu mendekati Imam Ali dan bertanya," Apakah
makna subhanallah?"

Imam Ali berkata,"Subhanallah artinya mengagungkan kedudukan
Allah yang Mahatiggi dan Mahamulia serta menyucikan zat-Nya
dari sifat-sifat makhluk yang diyakini orang-orang musyrik.
Ketika seorang hamba mengucapkan kalimat ini, seluruh malaikat
mendoakan keselamatan baginya."

Kalimat ‘Subhanallah’ yang memiliki arti ‘Maha Suci Allah’
hendaknya digunakan untuk memuji keagungan Allah subhanahu
ta’ala. Bukan untuk dipermainkan ‘asal ceplos’ saja. Seperti
yang dituangkan dalam kisah Rasulullah Muhammad Sallahu
‘Alahi Wassalam ketika Isra Mi’raj, dalam surat Al-Isra
di awali dengan kalimat Subhaanalladzii – Maha Suci Allah.

Menurut saya kalimat pembuka ini memiliki makna yang luar
biasa dan mendalam untuk memahami sesuatu hal. Saya menangkap
suatu kesan bahwa Allah ingin memberikan penegasan kepada
kita bahwa perjalanan Rasulullah saw ini bukanlah perjalanan
biasa. Melainkan sebuah perjalanan luar biasa.

Di dalam Islam, kalimat ‘Subhanallah’ diajarkan untuk diucapkan
ketika kita menemui suatu kejadian yang luar biasa atau
menakjubkan. Ketika melihat ciptaan Allah yang Maha Dahsyat
di alam semesta, misalnya, kita dianjurkan untuk mengucapkan
‘Subhanallah’. Kehebatan proses-proses pembakaran di matahari,
kecepatan putar planet Bumi yang luar biasa, keindahan pantulan
cahaya bulan purnama yang begitu memukau, dan lain sebagainya,
bisa menyulut rasa terpesona kita. Dan kemudian terlontar
ucapan ‘Subhanallah’.
_________________________________________

Arti dan makna  ucapan "Alhamdulillah"
_________________________________________

Pada http://katakuncialquran.wordpress.com/2007/07/04/ 
alhamdulillah/  dikatakan :

Alhamdulillah artinya segala puji bagi Allah. Kalimat ini
terdiri dari 3 kata, yaitu: alhamdu, li, dan Allah. Hamd
artinya pujian, penambahan al bermakna untuk semua hal
sehingga alhamdu diartikan segala puji dan li bermakna
pengkhususan bagi Allah. Kalimat alhamdulillah disebut
sebanyak 22 kali di dalam al Qur’an, beberapa diantaranya
terdapat dalam surat: Al Fatihah/1:1, Al An’am/6:45, dan
Yunus/10:10.

Kata hamd(pujian) berbeda dengan syukr(terima kasih), pujian
diberikan karena sesuatu memang memiliki kelayakan untuk dipuji.
Sementara terimakasih disampaikan karena ada sesuatu yang
diterima oleh orang yang mengucapkan terima kasih.
___________________________________________________

Alasan mengapa ucapan Subahalloh dulu baru Alhamdulillah
___________________________________________________

"...trus, kenapa diletakkan setelah lafadz subhanallah 33 kali
baru alhamdulillah 33 kali? karena kemampuan bersyukur akan Allah
hadirkan setelah kita diberi kemampuan bertasbih, mengikuti aliran
sungai kehidupan yang sudah Allah atur sedemikian rupa, sedemikian
unikdalam diri masing-masing hamba…. ridla tanpa protes dengan semua
yang sudah ALlah hadirkan hari ini, apakah itu disebabkan oleh
kesalahan manusia lain atau apapun juga, itu hanya perantara dari
Tangan Dia Yang Maha Menggerakan kehidupan dengan secermat-
cermatnya

Tugas manusia adalah menerima terlebih dahulu setiap peristiwa
apa pun yang sudah terjadi, mengambil hikmah dan pelajaran atas
setiap kesalahan-kesalahan mereka, lalu kita syukuri dengan
berbuat, berbuat, apa yang mampu kita perbuat, berjuang
semampunya merubah apa yang mampu kita rubah…dst" adalah
sebagaian dari alasan itu para kawan.
_________________________________________________

Hubungan ucapan Suahanalloh dan Alhamdulillah pada
saat manakar dahanon
_________________________________________________

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis berpendapat, ucapan
Subhanalloh tersebut memberi makna, "Adanya pengakuan dari
kita bahwa Allah Swt-lah yeng memberi nikmat dahanon/makanan
pokok itu pada ummatnya"

Sedangkan ucapan "Alhamdulillah" adalah perwujudan kita sebagai
ucapan syukur pada Allah Swt atas adanya dahanon/beras tersebut
di muka bumi ini.

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa
yang terdapat  di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah
syetan......(QS Al Baqarah (29 . 168)

Dengan mengucapkan Subhanalloh dan Alhamdulillah tersebut maka
kitapun telah mewujudkan makanan yang halal dan baik itu.
______________________

Kesimpulan dan saran
______________________

Demikian uraiannya, dan ingin rasanya menyimpulkan semua uraian di
atas dengan satu kalimat, Sungguh ajaran agama islam itu dapat
menuntun kita "Sian dalan na golap tu dalan natorang" hingga cara
manakar dahanonpun ada ajarannya untuk ummat.

Selamat malam dan...

Wassalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!
_____________________________________________________
Cat :
*Image gambar hasil copas yang telah di edit galeri MSAD

No comments:

Post a Comment