Wednesday, November 28, 2012

"MASJIDIL AQSO DALAM PANDANGAN AGAMA ISLAM"

#SELAMAT MALAM JUM'AT PARA KAWAN#
(Mencoba memahami arti Masjidil Aqso
dalam hubungannya dengan ummat muslim) ___________________________________________________________

 Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!

Para kawan...!

Berikut info sekitar macam pandangan/
pendapat ummat muslim mengenai
masjidil Aqso :


______________________

Masjid Terjauh
______________________

Nama Masjid al-Aqsa bila diterjemahkan dari bahasa Arab ke dalam
bahasa Indonesia, maka ia berarti "masjid terjauh". Nama ini
berasal dari keterangan dalam Al-Qur'an pada Surah Al-Isra' ayat
1 mengenai Isra Mi'raj. Isra Mi'raj adalah perjalanan yang dilakukan
Muhammad dari Masjid Al-Haram menuju Masjid Al-Aqsa, dan kemudian
naik ke surga.

Dalam kitab Shahih Bukhari dijelaskan bahwa Muhammad dalam perja-
lanan tersebut mengendarai Al-Buraq. Istilah "terjauh" dalam hal
ini digunakan dalam konteks yang berarti "terjauh dari Mekkah".
_____________________________________

Kawasan Tempat Suci
_____________________________________

Masjid Al-Aqsa secara luas dianggap sebagai tempat suci kedua oleh umat
Islam. Muslim percaya bahwa Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha
dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al-Haram di
Mekkah ke Al-Aqsa dalam peristiwa Isra' Mi'raj.

Istilah "Masjid al-Aqsa" dalam Islam tidaklah terbatas pada masjid saja,
melainkan meliputi seluruh Al-Haram Asy-Syarif (Bukit Bait Suci).

Masjid ini dikenal sebagai rumah ibadah kedua yang dibangun setelah
Masjid Al-Haram di Mekkah. Imam Muslim menyampaikan hadits yang
diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari:

Saya bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai masjid yang mula-mula
dibangun di atas bumi ini.

Rasulullah saw. menjawab: "Masjid Al-Haram".
Saya bertanya: "Kemudian masjid mana?"
Rasulullah saw. menjawab: "Masjid Al-Aqsa".
Saya bertanya: "Berapa jarak waktu antara keduanya?"
Rasulullah saw. menjawab: "Empat puluh tahun.

Kemudian seluruh bumi Allah adalah tempat sujud bagimu. Maka di
manapun kamu mendapati waktu salat, maka salatlah".

Selama berabad-abad yang dimaksud dengan Masjid Al-Aqsa sesungguhnya tidak
hanya masjid saja, melainkan juga area di sekitar bangunan itu yang dianggap
sebagai suatu tempat yang suci. Perubahan penyebutan kemudian terjadi pada
masa pemerintahan kesultanan Utsmaniyah (kira-kira abad ke-16 sampai awal
1918), dimana area kompleks di sekitar masjid disebut sebagai Al-Haram
Asy-Syarif, sedangkan bangunan masjid yang didirikan oleh Umar bin Khattab
disebut sebagai Jami' Al-Aqsa atau Masjid Al-Aqsa.

Pada situs lainnya dikatakan :

Sebagai sebuah masjid, Khalifah Umarlah yang pertama kali membangunnya dalam
bentuk bangunan kecil.

Khalifah Al Malik yang juga membangun Kubah Emas kemudian memugar dan
memperluasnya. Setelah beberapa kali pembanguan kembali dan pemugaran
karena hancur oleh gempa, bangunan yang sekarang ada merupakan peninggalan
Masjid dari masa kekhalifahan Fatimiyah sekitar awal abad ke 10.
_____________________________________

Batu Landasan Hizrah / Batu Terbang
_____________________________________

Para kawan dalam salah satu situs muslim dikatakan :

Ada tradisi dan kepercayaan di kalangan kaum muslimin tentang batu yang
menjadi titik tolak Nabi Muhammad melakukan Mi’raj ke langit. Batu ini
berada di Yerusalem, Palestina.

Batu ini benar-benar ada. Ia berada di wilayah yang sekarang disebut
sebagai: Mount Temple atau Gunung Kuil oleh orang Yahudi. Disebut demikian
karena mereka mempercayai bahwa Kuil Nabi Sulaiman pernah dibangun di
wilayah tersebut. Bahkan sebagian mempercayai kuil tersebut dibangun di atas
batu yang sama.

Kaum muslimin menyebut wilayah tersebut sebagai Haram al Quds al Syarif atau
Kawasan Suci dan Mulia.

Selanjutnya dikatakan :

Sejak lama batu tersebut telah memperoleh penghormatan dari kaum muslimin.
Bahkan konon ceritanya, Khalifah Umar bin Khathab juga mengunjungi batu ini
setelah ia menundukkan Yerusalem.

Pada situs lainnya dikatakan tentang batu tersebut dalam hubungannya
dengan hijrahnya Nabi Besar Muhmmad Saw :

"batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT. "Batu itu berdiri
sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada
semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang
Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi."
__________________________

Tempat Kiblat Suatu Masa
__________________________

Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam
berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah
hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat salat adalah Ka'bah di dalam Masjidil
Haram, Mekkah,hingga sekarang.
_____________________

Kubah Batu/Kubah Mas
_____________________

Ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan berkuasa, ia memerintahkan pembangunan
Qubah ash Shakhra (Kubah Batu) di tahun 685 M yang melindungi batu tersebut
dan para pengunjungnya dari terik dan dingin.

Sebagian sejarawan juga menyatakan bahwa pembangunan Kubah ini untuk menyaingi
kemegahan bangunan-bangunan keagamaan lain di wilayah Yerusalem, seperti Gereja
Holy Sepulchre, dan mencegah agar kaum muslimin tidak terpesona dengan
kemegahan agama lain.

Uang sebanyak 10,000 dinar emas kemudian dilebur untuk melapisi bagian luar
kubah tersebut. Jadi, Masjid Kubah Emas atau Qubah ash Shakhra inilah yang
melingkupi batu tersebut hingga kini. (Sumber: Wikipedia)

"Mereka yang pernah mengunjungi atau melihat bagian dalam Masjid Kubah Emas
ini tentu akan melihat keunikan sang batu. Keunikan inilah yang, menurut saya,
kemudian memunculkan cerita dan legenda tentang batu yang ingin terbang
mengikuti Nabi ke langit"
_____________

Kesimpulan
_____________

Dengan demikian, tergambar jelas sudah para kawan bahwa masjidil Aqso
itu sesuatu yang sangat penting/berharga/diagungkan/disucikan bagi
para ummat muslim dimanapun berada.
__________________________________________________________
Cat :
* Tulisan bersumber dari wikipedia dan macam blog lainnya
* Image gambar dari http://hasanalsaggaf.wordpress.com/foto-foto-
bersejarah-2/foto-masjid-al-aqsha-dan-qubbah-al-shakhra/

No comments:

Post a Comment