Friday, November 30, 2012

"ARSITEKTUR MASJID AL-AQSO"

#SELAMAT MALAM PARA DONGAN#
(Melihat bentuk arsitektur "Interior Eksterior" Masjid Al-Aqso) _____________________________________________________________

Asalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakatuh...!
__________________________________

Bentuk Bangunan dan Jemaah Masjid Aqso
________________________________

Bangunan Masjid Al-Aqsa berbentuk
persegi, dan luasnya beserta area di
sekitarnya adalah 144.000 m2, sehingga dapat menampung sampai dengan
400.000 jamaah.[38] Panjang bangunan masjid adalah 272 kaki (83 m),
dan lebarnya 184 kaki (56 m), dan dapat menampung sampai 5.000
jamaah.
____________________

Kubah Masjid Aqso
____________________

Berbeda dengan Kubah Batu yang mencerminkan arsitektur Byzantium klasik,
kubah Masjid Al-Aqsa menunjukkan ciri arsitektur Islam awal.

Kubah yang asli dibangun oleh Abdul Malik bin Marwan, namun sekarang
sudah tidak ada lagi sisanya. Bentuk kubah seperti yang ada saat ini
awalnya dibangun oleh Ali Azh-Zhahir dan terbuat dari kayu yang disepuh
dengan lapisan enamel timah.

Pada tahun 1969, kubah dibangun kembali dengan menggunakan beton dan
dilapisi dengan aluminium yang dianodisasi sebagai ganti dari bentuk
aslinya yaitu lapisan enamel timah yang berusuk.

Pada tahun 1983, aluminium yang menutupi bagian luar diganti lagi dengan
timah untuk menyesuaikan dengan desain asli Azh-Zhahir.

Kubah Al-Aqsa adalah salah satu dari sedikit masjid dengan kubah yang
dibangun di depan mihrab selama periode Umayyah dan Abbasiyah, contoh
lainnya adalah Masjid Umayyah di Damaskus (715) dan Masjid Besar Sousse
(850).[42] Interior kubah dicat menurut dekorasi era abad ke-14.

Pada kabakaran tahun 1969, cat dekoratif itu rusak dan sempat dianggap
sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Namun dengan menggunakan teknik
trateggio, yaitu sebuah metode yang menggunakan garis-garis vertikal
halus untuk membedakan daerah yang direkonstruksi dengan daerah yang
asli, akhirnya dapat diperbaiki kembali dengan sempurna.
__________________________

Menara masjid
__________________________

Masjid ini memiliki empat menara di sisi selatan, utara, dan barat.
Menara pertama, dikenal sebagai Al-Fakhariyyah, dibangun pada tahun 1278
di bagian barat daya masjid atas perintah sultan Mamluk, Lajin. Menara ini
dibangun dalam gaya tradisional Suriah, dengan landasan dan poros bangunan
berbentuk persegi, serta dibagi menjadi tiga lantai dengan cetakan hias.

Pada bagian atasnya terdapat dua deret muqarnas (ceruk hias) sebagai
dekorasi untuk balkon muazzin. Ceruk hias ini dilingkupi oleh suatu
bilik persegi, yang pada bagian atasnya terdapat kubah batu berlapis
timah.
_______________________

Menara Al-Ghawanimah,
_______________________

Menara kedua, yang dikenal dengan nama Al-Ghawanimah, dibangun di sisi
barat laut Al-Haram Asy-Syarif (Bukit Bait Suci) pada tahun 1297–98
oleh arsitek Qadi Sharafuddin Al-Khalili, atas perintah Sultan Lajin.

Menara ini memiliki tinggi 37 meter dan hampir seluruhnya terbuat dari
batu, selain dari kanopi kayu yang terletak di atas balkon muazzin. Karena
struktur bangunannya yang kokoh, menara Al-Ghawanimah hampir tidak
terpengaruh oleh berbagai gempa bumi yang terjadi.

Menara ini dibagi menjadi beberapa tingkat oleh cetakan batu dan galeri-
galeri dengan bentuk hiasan menyerupai stalaktit. Dua tingkat pertama
berukuran lebih luas dan menjadi landasan menara. Keempat tingkat
selanjutnya dilingkupi oleh ruangan berbentuk silinder dan sebuah kubah
bulat.

Tangga untuk dua lantai pertama terletak di luar bangunan, tetapi kemundian
menjadi tangga dalam berbentuk spiral sejak dari lantai tiga sampai men
capai balkon muazzin.

Tankiz, gubernur Mamluk di Suriah, pada tahun 1329 memerintahkan
pembangunan menara ketiga yang dikenal sebagai Bab Al-Silsilah. Menara
ini terletak di sisi barat Masjid Al-Aqsa.

Menara ini, yang mungkin dibangun untuk menggantikan menara Umayyah
sebelumnya, dibangun berbentuk persegi menurut gaya tradisional Suriah
dan seluruhnya terbuat dari batu.

Berdasarkan tradisi lama Muslim setempat muazzin terbaik melakukan
azan dari menara ini, karena seruan azan pertama untuk setiap awal
salat lima waktu selalu dikumandangkan dari sini.

Menara terakhir dan yang paling terkenal adalah Bab Al-Asbat. Menara
ini dibangun pada tahun 1367. Menara ini berupa poros batu silinder
(dibangun kemudian pada masa Utsmaniyah), yang berdiri di atas landasan
berbentuk persegi panjang dari masa Mamluk, dan di terdapat formasi
transisi yang berbentuk segitiga.

Poros bangunan menyempit pada bagian balkon muazzin, dilengkapi
beberapa jendela melingkar, serta pada bagian atasnya terdapat kubah
berbentuk bulat. Kubah ini dibangun kembali setelah terjadinya
gempa bumi Lembah Yordan 1927.

Di bagian timur masjid tidak terdapat menara karena dalam sejarah dahulu
sangat sedikit penduduk di sisi tersebut, sehingga tidak diperlukan menara
tambahan untuk menyerukan azan.

Namun, Raja Abdullah II dari Yordania pada tahun 2006 mengumumkan keinginan
nya untuk membangun menara kelima yang menghadap ke Bukit Zaitun. Menara
Raja Hussein ini nantinya direncanakan menjadi struktur bangunan tertinggi
di Kota Tua Yerusalem.
_______________________________

Fasad dan serambi masjid Aqso
_______________________________

Bagian depan (fasad) masjid ini dibangun pada 1065 Masehi atas perintah
khalifah Fatimiyah Al-Mustanshir. Di bagian muka terdapat bangunan pagar
langkan (balustrade) berupa lorong-lorong beratap (arkade) dengan tiang-
tiang kolom kecil.

Tentara Salib merusak fasad ini ketika mereka memerintah Palestina, namun
Ayyubiyah memperbaiki dan membangunnya kembali. Fasad juga mengalami
penambahan berupa penempelan ubin pada dindingnya.

Bahan bekas pakai yang digunakan untuk membangun lengkungan fasad antara
lain termasuk bahan hias pahatan yang diambil dari bangunan-bangunan
Tentara Salib di Yerusalem.

Terdapat empat belas lengkungan batu di sepanjang fasad, sebagian besar
bergaya Romantik. Mamluk menambahkan lengkungan-lengkungan terluar, yang
dibangun dengan mengikuti desain yang sama. Pintu masuk ke masjid adalah
dengan melalui lengkungan tengah pada fasad tersebut.

Sebuah bangunan serambi (bilik) terletak di bagian atas fasad ini. Bagian
tengah serambi dibangun oleh Ksatria Templar pada masa Perang Salib Pertama,
namun Al-Muazzam kemenakan Shalahuddin adalah yang memerintahkan dibangunnya
bangunan serambi itu sendiri pada tahun 1217.
______________________

Interior Masjid Aqso
______________________

Interior masjid yang menunjukkan lorong utama dengan tiang-tiang melengkung.
Masjid Al-Aqsa memiliki tujuh buah lorong dengan ruang yang ditunjang oleh
tiang-tiang melengkung (hypostyle nave), serta beberapa ruang kecil tambahan
di sisi sebelah barat dan timur pada bangunan masjid bagian selatan.

Terdapat pula 121 jendela kaca patri dari era Abbasiyah dan Fatimiyah,
dimana seperempatnya telah selesai direstorasi pada tahun 1924.
_________________________________________________

Pintu-pintu pada mimbar Shalahuddin Masidil Aqso
_________________________________________________

Awal tahun 1900-an.Ruangan dalam masjid memiliki 45 tiang kolom, 33
diantaranya terbuat dari marmer putih dan 12 lainnya dari batu.

Barisan tiang kolom pada lorong-lorong tengah berbentuk kokoh dan kerdil,
dengan ukuran lingkar 30,6 cm dan tinggi 54 cm, akan tetapi empat barisan
tiang kolom lainnya memiliki ukuran yang lebih lebih proporsional.

Terdapat empat jenis desain yang berbeda untuk bagian kepala tiang kolom.
Kepala tiang di lorong tengah berbentuk kokoh dan berdesain primitif,
sedangkan kepala tiang yang di bawah kubah berdesain gaya Korintus
dan terbuat dari marmer putih Italia.

Kepala tiang di lorong timur memiliki desain berbentuk keranjang yang besar,
sementara kepala tiang di sebelah timur dan barat kubah juga berbentuk
keranjang tetapi berukuran lebih kecil dan lebih proporsional.

Terdapat palang penghubung antara tiang kolom dan tembok penyangga yang
satu dengan yang lainnya, yang terbuat dari balok kayu yang dipotong
sederhana dan berlapis selubung kayu dengan ukiran seadanya.

Banyak bagian masjid yang hanya dilabur kapur putih, tetapi bagian dalam
kubah dan dinding-dinding yang tepat di bawahnya penuh dengan dekorasi
mozaik dan marmer. Beberapa karya lukisan yang tidak begitu baik dari
seorang seniman Italia pernah diletakkan di sana ketika perbaikan sedang
dilakukan pada masjid, setelah gempa bumi tahun 1927.

Bagian langit-langit masjid juga dicat dengan pendanaan dari Raja Farouk
dari Mesir.
_______________

Mimbar Masjid
_______________

Mimbar masjid dibuat oleh seorang pengrajin bernama Akhtarini yang berasal
dari Aleppo atas perintah Sultan Nuruddin Zengi. Mimbar tersebut dimaksudkan
sebagai hadiah untuk masjid ketika Nuruddin membebaskan Yerusalem, dan
pengerjaannya memakan waktu selama enam tahun (1168-1174).

Ternyata Nuruddin meninggal ketika Tentara Salib masih memegang kendali
atas Yerusalem, namun ketika Shalahuddin berhasil merebut kota itu pada
tahun 1187, mimbar tersebut lalu dipasang.

Struktur mimbar terbuat dari gading dan kayu yang dipahat secara hati-hati.

Kaligrafi Arab dan desain-desain berbentuk geometris dan bunga terukir
pada bagian-bagian kayu mimbar tersebut.Setelah hancur karena perbuatan
Rohan pada tahun 1969, mimbar itu digantikan oleh mimbar lain yang
dekorasinya jauh lebih sederhana.

Adnan Al-Hussaini, kepala lembaga wakaf Islam yang bertanggung jawab atas
Al-Aqsa, pada bulan Januari 2007 menyatakan bahwa akan dibuat sebuah
mimbar baru, dan pada bulan Februari 2007 mimbar baru tersebut telah
selesai dipasang.

Desain mimbar baru ini dibuat oleh Jamil Badran berdasarkan replika yang
seksama dari mimbar Shalahuddin, dan pengerjaannya diselesaikan oleh
Badran dalam waktu lima tahun.

Mimbar itu dikerjakan di Yordania selama empat tahun, dan para pengrajin
menggunakan "metode kuno dalam pengukiran kayu, menggabungkan potongan-
potongan dengan pasak dan bukan paku, namun menggunakan pencitraan komputer
untuk desain mimbarnya."
_____________________________________________________________

Air mancur al-Kas dan air mancur Qasim sebagai tempat wudhu.
_____________________________________________________________

Air mancur tempat wudhu utama, yang bernama al-Kas ("mangkuk"), terletak
di bagian utara yaitu antara masjid dan Kubah Batu. Para jamaah
menggunakannya untuk wudhu, yaitu ritual pencucian wajah, lengan, rambut,
telinga, dan kaki yang dilakukan umat Islam sebelum beribadah, termasuk di
masjid.

Bangunan ini pertama kali dibangun pada tahun 709 pada masa pemerintahan
Umayyah, tetapi antara tahun 1327-1328 Gubernur Tankiz memperbesarnya
untuk dapat melayani lebih banyak jamaah. Meskipun pada awalnya air
berasal dari Kolam Salomo yang ada di dekat Betlehem.

Saat ini air berasal dari pipa yang terhubung ke sumber air kota Yerusalem.
Renovasi al-Kas pada abad ke-20 telah menambahkannya dengan keran air
dan tempat duduk batu.

Air Mancur Qasim Pasha dibangun pada masa pemerintahan Utsmaniyah tahun
1526 dan terletak di sebelah utara masjid, yaitu pada serambi Kubah Batu.
Air mancur ini sebelumnya juga pernah digunakan oleh para jamaah untuk
wudhu dan minum sampai dengan tahun 1940-an, namun saat ini hanya
berfungsi sebagai monumen saja.
__________________________________________________________
Cat :
*Image gambar dari wikipedia
*http://galerimsad.blogspot.com/2012/11/masjidil-aqso-dalam-
pandangan-agama.html

No comments:

Post a Comment