Sunday, September 16, 2012

"TAQDIR DALAM KEHIDUPAN KELUARGA#

#SELAMAT MALAM PARA KOUM DIMANAPUN BERADA#
(Mencoba lebih memahami berlakunya Taqdir untuk ketentraman jiwa)
~Oleh Rahmat Parlindungan Siregar~ ___________________________________________________________

As. Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Swt, jika para saudara para koum, abang, anggi atau ipar yang sampai pada tulisan ini.

Tulisan ini adalah suatu pendapat pribadi (Rps) pada
kehidupan keluarga  yang berhubungan dengan  duka  cita.

Hal ini dirasa penting oleh penulisannya  karena
beratnya cobaan kehilangan orang-orang yang dicintai, pada saat kasih sayang
orang tua  masih sangat dibutuhkan.
__________________

Dasar Kejadian
___________________

Telah Berpulang1 kerahmatulloh kakak beradik namariboto/
para ananda dari Maraimbang Hts dan Siti Hajar Br. Agian.
(Generasi dari Oppu Arab tinggal di Anturmangan Sipirok).

Mereka adalah dalam panggilan tutur saya sebut ua adaboru,
tulang dan bujing kami tercinta :

1. H. Dahlan Hst  (Wft. 11 Desember 2009 di Medan/Tulang)
2. Gunet Hst        (Wft. 2005 ? di Lubuk Pakam/Uwa)
3. Ramadha Hst   (Wft.22 September 2008 di Pekan Baru/ibu penulis)
4. Mikrat Hst       (Wft.2006 ? di Medan/Tulang)
5. Murni Hst        (Wft.22 Juli 2009 di Bekasi Jakarta/Tulang)
6. Fi'i Hst            (Wft.2007 ? di Medan/Tulang)
7. Zai Hst            (Wft.15 September 2012 di Tanjung Pinang/Tulang)***
8. Leli Hst           (Wft.31 Agustus 2009 di Medan/Bujing)
_________

9. Jalal Hst    

____________________

Tujuan penulisan
____________________

- Untuk menentramkan jiwa penulisnya sendiri, karena
kematian dalam jarak yang terlalu dekat ini cukup
mengoncang jiwa. (Jangankan manusia,  makhluk Tuhan
lainnya (seperti  cat,  yang masih kita sayangi hilang,sedihnya
bukan main)
- Untuk menentramkan jiwa para anggi-angi yang mungkin
isi perasaanya sama dengan saya, disamping memenuhi
naluri ingin tahu para anggi yang di bekasi.
- Untuk berbagi informasi dengan para ipar sekaligus
saling mengingatkan

Para koum ipar, anggi sasudena berikut pendapat saya
pada hal-hal yang berhubungan dengan kematian :
____________________________________

Alasan Meninggal Dunia (Kaji Dunia)
____________________________________

Para ipar...! Yang saya maksud mengkaji dunia adalah
mengkaji secara logika, mencari sebab mengapa sesuatu
bisa terjadi, karena dipikiran saya hampir semua peristiwa
dunia ada alasannya mengapa bisa terjadi apakah alasannya
logis atau tidak logis.

Pada alasan yang logis, biasanya kita akan puas. Sedangkan
pada yang tidak logis, puas atau tidak kita tetap akan
menerimanya, karena kita juga percaya  disamping logika
sebagai bagian hidup dari manusia ada juga namanya keyakinan
agama yang juga bagian hidup dari manusia.

Para ipar mohon maaf sebelumnya, jika uraian saya diatas
dihubungkan dengan alasan duniawinya para orang tua kita
diatas meninggal dunia saya "Merasa banyak yang tidak
logisnya"

Ibu saya pada saat berpulangya kerahmatulloh, tidaklah
mengalami sakit yang parah sekali, hanya  kakinya yang
susah diangkat. Begitupun Tulang Dahlan, saya tidak pernah
mendengar mengalami sakit parah. Tulang murni dan Fi'i
juga demikian begitupun tulang zai, kejadiannya kejadian
biasa, terjadi sehabis minum kopi.

Intinya, kita tidak pernah mendengar para orang tua kita
mengalami sakit bertahun-tahun untuk kemudian secara logis
kita terima meninggal dunia, atau karena terjadinya bencana
alam atau karena kelaluian berkendaraan sebagai bagian dari
alasan-alasan logisnya.

Para ipar...! Demikian pendapat saya mengenai pandangan
alasan duniawi mengapa seseorang itu meninggal. Dan
terhadap "Ketidak Logisan alasan duniawi" saya tetap dapat
menerimanya.

Dan saya sangat setuju pada salah satu situs islam yang
mengatakan, "Kematian pada hakikatnya peralihan hidup dari
satu alam ke alam lainnya.  Para ulama mendefinisikannya
sebagai “ketiadaan hidup” atau “antonim dari hidup”.

...Sebagai sebuah kejadian yang amat misterius, kematian
telah menimbulkan perdebatan para pakar. Namun, kesimpulan
yang dihasilkan tersebut masih bersifat spekulatif untuk
tidak mengatakan tidak ada sama sekali.

Pendekatan rasional untuk menguak misteri kematian
kelihatannya menemui jalan buntu. Sebab akal memiliki
kemampuan yang amat terbatas. Oleh karena itu, penjelasan
agama menjadi keniscayaan.

Para ipar...! Uraian diatas jelas memberitahu pada kita,
bahwa kematian itu memang  misteri yang tak dapat di
pecahkan oleh logika manusia. Dan jangankan logika kita,
logika Socratespun yang memang pernah mencari alasan secara
logika mengapa manusia meninggal tak mampu memecahkannya,
hingga akhirnya beliau berkata :

"Ketika aku menemukan kehidupan (duniawi) kutemukan bahwa akhir
kehidupan adalah kematian. Namun ketika aku menemukan kematian,
aku pun menemukan kehidupan abadi. Karena itu, kita harus
prihatin dengan kehidupan (duniawi) dan bergembira dengan
kematian. Kita pada hakikatnya hidup untuk mati dan mati
untuk hidup kembali".
_______________________________________

Alasan Meninggal Dunia (Kaji Ketuhanan)
_______________________________________

Para anggi ataupun ipar...! Kalau saja kita ini hanya percaya
pada logika dan tidak mengakui adanya campur tangan Allah Swt
pada kematian, mungkin kita-kita ini akan jadi stress karena
kehilangan orang-orang yang kita sayangi.

Firman Allah Swt berikut ini sepertinya cukup mendamaikan hati :

"Janganlah kamu menduga bahwa orang-orang yang gugur di jalan
Allah itu mati, tetapi mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan
mendapat rezeki" (QS Ali-'Imran [3]: 169).
   
"Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang meninggal
di jalan Allah bahwa 'mereka itu telah mati,' sebenarnya mereka
hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya" (QS Al-Baqarah [2]: 154).

Para anggi...! Firman di atas saya pahami, bahwa meskipun Allah
Swt menjanjikan kematian pada manusia, tapi juga Allah Swt
menjanjikan kehidupan lain setelah kematian duniawi. Jadi sungguh
pantas dan patut bagi kita yang ditinggal juga dengan tetap
ridho menerima berlakunya Taqdir Allah Swt ini.

_____________________________________

Tinjauan Kematian Dari segi Waktu
_____________________________________

Para anggi ataupun ipar...! Jika kita melihat waktu (Tgl/bln/thn)
berpulangnya para Almarhum dan Almarhumah diatas sungguh terasa
lain dibandingkan orang banyak. Apakah perasaan saya sendiri
atau para anggi juga merasakan hal yang sama saya tidak
mengetahuinya.

Yang saya rasakan "Jarak waktu berpulangnya terlalu dekat dan
melebihi jarak kelahiran secara umum. Seperti di tahun 2009,
kita harus kehilangan orang-orang yang kita cintai sebanyak
3 orang. Allohu akbar...allohu akbar...alluhu akbar.

Tapi syukur alhamdulullah, karena terhadap kejadian ini, saya
melihat semua keimanannya terkendali, "Semua ridho atas ber
lakunya taqdir Allah Swt ini.

Begitupun, untuk keluasan pengetahuan kita bersama berikut
beberapa firman yang berhubungan dengan waktu kematian :

"Setiap jiwa akan merasakan kematian?" (QS Ali 'Imran [3]: 183)

"Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,
kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan
kokoh (QS An Nisa 4:78)

"Kami tidak menganugerahkan hidup abadi untuk seorang
manusiapun sebelum kamu. Apakah jika kamu meninggal dunia
mereka akan kekal abadi? (QS Al-Anbiya' [21]: 34)
_____________

Kesimpulan
_____________

Para anggi ataupun ipar...! Dengan selesainya uraian-uraian
di atas, saya ingin berkata :

Jiwa saya sudah cukup tentram dan dengan ikhlas rela
menerima berlakunya taqdir Allah Swt pada kematian.

Dan sebagai penutup, saya mengutif hadist Nabi besar
Muhammad Saw yang mengatakan :

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya
kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang
dimanfaatkan dan do’a anak yang sholeh”
(HR. Muslim).

Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang...!
Tempatkan ibu saya Ramadha Hst, uwa Gunet Hst, tulang
saya Dahlan Hst, Mikrat Hst, Murni Hst, Fi'i Hst, Zai Hst
dan bujing saya Hst di tempat yang di ridhoi-Mu ya Allah....
Sayangi mereka semua ya Allah, sebagaimana mereka menyayangi
kami para anaknya di waktu kecil.

Amin...amin...amin....amin ya robbal alamin.

Ws. Wr. Wb.
_____________________________________________________________

Cat :
Tulisan ini lebih dikhususkan pada para anggi-anggi/
para anak/boru dari almarhum dan almarhumah ke-8 orang
diatas yang memang sudah tersebar diberbagai tempat
di nusantara ini.

Umumnya untuk para koum sisolkot sasudena yang dalam bahasa
adatta kita sebut para "dalihan natolu". guna peningkatan keimanan
dan ketaqwaan pada Allah Swt.

Andai ada yang salah dalam penulisan, saya minta maaf. Dan jika ada
pula  suatu saat yang merasa kurang berkenan dengan tulisan
publikasi ini, silakan dikonfirmasi.

Link untuk albumnya : http://galerimsad.blogspot.com/2012/09/album-keluarga.html

1 comment:

  1. Rahmat Parlindungan SiregarSeptember 17, 2012 at 7:55 AM

    Tu para anggi dari Bekasi, saya sebagai penulis blog ini mengucapkan trims atas kunjungannya. Tetaplah sehat, semangat dan horas ipar...!

    ReplyDelete