Wednesday, August 29, 2012

SEJARAH GONG/DOAL DAN FUNGSI DOAL MSAD"

#SELAMAT SIANG TAPANULI#"
(Lebih paham tentang sejarah, fungsi atau kegunaan doal secara umum
khususon doal MSAD)
_____________________________________________________

Para kawan...! Mohon ijin kasih info
sekitar seluk beluk gong atau doal.
Semoga bermanfaat untuk tambahan
pengetahuan.
__________________________

Doal Parjolo ditemukan
__________________________

Para kawan...! Doal atau gong
pertama kali dibuat menurut para
peneliti sejarah sekitar 600 tahun sebelum masehi oleh kerajaan/
kebudayaan Dong Son, di delta Sungai Merah Vietnam Utara.
___________________

Proses Pembuatan
___________________

Para peneliti sejarah mengatakan, : "....dengan menggunakan metode
pengecoran logam yang telah hilang (lost wax method), gong ini
oleh para peneliti sejarah dianggap sebagai salah satu contoh
terbaik dari budaya pengerjaan logam".

Dengan demikian para kawan
pebuatan gong ini dengan sistem cor.
________________________

Gong Tertua Didunia
________________________

Menurut para peneliti sejarah :

Gong terbesar di Asia Tenggara dan bahkan tertua di dunia adalah
gong nekara yang ada di Pulau Selayar.

Menurut informasi dari tetua adat dan penduduk Kelurahan
Bontobangun (tempat ditemukannya gong nekara), gong tersebut
ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk dari Kampung
Rea-Rea yang bernama Sabuna pada tahun 1686.

Pada saat itu Sabuna sedang mengerjakan sawah Raja Putabangun di
Papaniohea, tiba-tiba cangkul Sabuna membentur benda keras yang
ternyata adalah hiasan katak yang merupakan bagian dari gong nekara.

Sejak berakhirnya Dinasti Putabangun, pada tahun 1760 gong nekara
tersebut dipindahkan ke Bontobangun dan menjadi kalompoang/arajang
(benda keramat) Kerajaan Bontobangun.
_____________________

Tentang Doal SMAD
_____________________

* Asal muasal gong atau doal MSAD

Para kawan ... ! Sebenarnya saya juga tidak tau dan sedang mencari tahu.
Jika ada diantara dongan yang mengetahuinya silakanlah kawan diberitahu.
Hehehehe...begitupun jika suatu saat saya temukan akan secepatnya
di kabari. Hahahahaha....

Oya ... ! Jika kita mengamati doal MSAD di atas, maka saya dapat
memastikan "ulunai"  madung pelnat. Andai saja ada diantara pembaca
yang  bisa mengatasinya, tentunya para masyarakat Sipirok akan sangat
berterimakasih sehingga doal utama ini tetap terpakai.

* Fungsi atau Kegunanan doal MSA

Para dongan...! Menurut hemat saya, dan dari hasil pengalaman dan
pengamatan, maka doal MSAD itu mempunya 3 Fungsi :

1. Sebagai Fungsi Keagamaan

Amran P,  dari  MSAD sebagaimana di
kutif Metro-Medan mengatakan :

"Setiap menjelang waktu salat tiba selalu terdengar suara gong hingga
di kejauhan, selanjutnya disusul dengan azan. Beberapa warga bahkan
selalu berpatokan pada bunyi tersebut yang menandakan waktu salat
telah tiba. Rata-rata masyarakat muslim akan menghentikan aktifitas
kerja untuk sementara, dan segera menunaikan salat atau
sekedar istirahat" ungkapnya.

2. Sebagai Fungsi Sosial  Budaya

Artinya doal atau gong MSAD itu, khususnya dimasa yang telah berlalu
sering juga digunakan untuk mengumpulkan masyarakat demi melaksanakan
kegiatan secara mersama-sama, seperti :

- Berkumpul untuk pergi bersama-sama membuka suatu lahan yang bisa
saja menjadi sawah atau  ladang termasuk dalam hal ini membasmi hama.
(Marburu motci hata lainna).

- Mencari orang yang hilang, juga termasuk fungsi sosialnya khususnya
yang hilang  di hutan/harangan (penulis pernah melihat langsung saat
doal MSAD digunakan untuk hal ini).

- Fungsi lainnya, sebagai pemberitahuan adanya kabar duka cita.
Dengan cara pemukulan/pembunyan tertentu biasanya masyarakat
akan mengetahui apakah yang meninggal orang dewasa atau
anak-anak. (Ada istilah doal si dua-dua dan sitolu-tolu).

3. Sebagai Fungsi Politik

Fungsi politik yang saya maksud  disini adalah pemukulan gong atau
doal tersebut dengan maksud agar masyarakat berkumpul atau
bersembunyi karena sesuatu hal (Terjadi pada masa perang).

Untuk hal ini saya tidak punya sumber, begitupun jika dilihat dari
tahun berdirinya MSAD (Masa penjajahan Belanda) dan tingginya
gejolak politik sekitar tahun 1932 - 1965 di  Nusantara, saya
berkeyakinan fungsi ini dilaksanakan.

Artinya, bisa saja doal MSAD itu dibunyikan pada saat ini untuk
mengumpulkan masyarakat/melakukan sesuatu  untuk mengusir
penjajah (Sejarah berkata Lingkungan MSAD/Islamiyah/SD3 itu
pernah menjadi tempat latihan militer melawan penjajah).

Para kawan demikian yang dapat saya sajikan mengenai doal secara
umum dan doal MSAD secara khusus. Bagi yang ingin menambah
dipersilalah dan selamat siang...!
___________________________________________________
Cat : Sampai 2 Januari 2013 di lihat  70 kali.

No comments:

Post a Comment